November 15, 2012

ANEMIA

ANEMIA

Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin, yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh.Umumnya batas minimal untuk kadar hemoglobin pada orang dewasa adalah 12 g/dl untuk wanita serta 14 g/dl untuk laki-laki. Kadar hemoglobin seseorang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain usia, jenis kelamin, etnik, sosioekonomi, letak geografi, kehamilan serta beberapa faktor lainnya.Eritrosit mempunyai masa hidup dalam peredaran darah tepi selama 100-120 hari, dan sekitar 1% dari total eritrosit akan mengalami penghancuran atau destruksi serta penggantian setiap harinya. Eritrosit dibentuk di sumsum tulang, akan beredar di dalam sirkulasi, selanjutnya terjadi destruksi pada limpa, hati serta sumsum tulang. Sisa penghancuran eritrosit terlihat berupa zat warna kuning di urin dan tinja. Terdapat suatu sistem feedback control sehingga jumlah masa eritrosit selalu konstan. Kurangnya kadar hemoglobin di dalam darah akan menyebabkan kurangnya oksigen di dalam darah, karena hemoglobin bertugas mengikat oksigen yang berasal dari udara yang diangkut oleh paru. Oksigen merupakan faktor yang sangat penting dalam mengatur berbagai proses metabolisme sel di dalam tubuh manusia.

Anemia dapat terjadi akibat :
1.   Berkurangnya produksi eritrosit (anemia defisiensi, anemia pada keganasan, anemia pada gangguan ginjal)
2.   Meningkatnya kebutuhan (anemia karena perdarahan, anemia pada kehamilan)
3.  Peningkatan destruksi eritrosit (anemia hemolitik antara lain malaria, thalassemia). Seringkali anemia terjadi akibat adanya penyakit lain atau terjadi beserta penyakit lain yang menyertainya (anemia pada penyakit kronik misalnya TBC ).
Dengan demikian jenis-jenis anemia sangat banyak, tergantung dari penyebab terjadinya anemia.

PENYEBAB
Penyebab umum dari anemia:
Perdarahan hebat
·        Akut (mendadak)
o        Kecelakaan
o        Pembedahan
o        Persalinan
o        Pecah pembuluh darah
·        Kronik (menahun)
o        Perdarahan hidung
o        Wasir (hemoroid)
o        Ulkus peptikum
o        Kanker atau polip di saluran pencernaan
o        Tumor ginjal atau kandung kemih
o        Perdarahan menstruasi yang sangat banyak

Berkurangnya pembentukan sel darah merah
·        Kekurangan zat besi
·        Kekurangan vitamin B12
·        Kekurangan asam folat
·        Kekurangan vitamin C
·        Penyakit kronik

Meningkatnya penghancuran sel darah merah
·        Pembesaran limpa
·        Kerusakan mekanik pada sel darah merah
·        Reaksi autoimun terhadap sel darah merah
·        Hemoglobinuria nokturnal paroksismal
·        Sferositosis herediter
·        Elliptositosis herediter
·        Kekurangan G6PD
·        Penyakit sel sabit
·        Penyakit hemoglobin C
·        Penyakit hemoglobin S-C
·        Penyakit hemoglobin E
·        Thalasemia
 
Gejala 
Gejala umum yang terjadi pada seseorang dengan anemia adalah lemas, pusing, cepat lelah, mudah mengantuk, sesak napas, berdebar, tampak pucat yang dapat dilihat dari konjunktiva di bagian mata. Kadang dapat dilihat kulit yang kering, kuku yang tampak tidak sehat atau kulit yang berwarna kuning. Keadaan ini dapat menyertai orang yang sulit makan, sakit lama, terdapat perdarahan kronik (menstruasi banyak dan lama, infeksi cacing tambang, dan lain-lain), kelainan bawaan pada eritrosit, penyakit keganasan, ibu hamil dan menyusui serta orang lanjut usia. Pada pemeriksaan fisik bisa sampai ditemui adanya pembesaran limpa, hati, kelenjar limfe, pembesaran jantung, tergantung dari beratnya anemia.
Jika anemia bertambah berat, bisa menyebabkan stroke atau serangan jantung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar